my creation part 1
nie hasil karya gue di bidang musik pake Fruity Loop
komen ya….
kalau mau diskusi Fruity Loop kunjungi aja blog ini….
nie hasil karya gue di bidang musik pake Fruity Loop
komen ya….
kalau mau diskusi Fruity Loop kunjungi aja blog ini….
PEMAIN : IBU, IGRA, dan MINA
IBU menyapu teras, Mina dengan pakaian seragam SMP keluar mencium tangan Ibu lalu Pergi. Igra keluar dengan pakaian SMU sambil menjingjing sebuah sepatu lalu duduk di teras dan memakainya.
IBU:
Kamu sudah sarapan nak?
IGRA:
Nanti saja ah Bu, keburu telat.
IBU:
Nih, ongkos kamu, Cuma ada empat ribu! Maafkan Ibu tidak bisa ngasih Ibu uang jajan, Mulai saat ini Ibu Cuma bisa ngasih kamu ongkos sekolah, maka dari itu kamu biasakan sarapan dulu sebelum berangkat. Pabrik tempat bapa kamu bekerja mengalamami kebangkrutan.Bapamu juga sudah tidak kerja.
COUN’T
COUN’T
IGRA:
(Melirik pada Ibu)
Tapi kok Bapak tidak ada Bu?
IBU:
Kerumah temannya, katanya mau nanyain kerjaan.
IGRA:
memangnya Bapak dikeluarin kerja ya, Bu?
IBU:
Tidak Bapakmu Cuma dirumahkan nak, tapi mungkin sebentar lagi kena PHK.
IGRA:
(Berdiri)
Ya sudah aku berangkat dulu Bu!
(Mencium tangan Ibu, lalu pergi)
CUT TO:
PEMAIN : BOKAP dan MULNI
Sebuah televisi berukuran besar menyala memutar acara berita pagi menghadap sebuah sofa yang merapat ke dinding. Di dinding terpampang foto keluarga Mulni berukuran poster. Tak jauh dari televisi Bokap memainkan keyboard sambil menyanyikan lagu. Mulni turun dari tangga loteng dengan pakaian seragam SMU sambil tersenyum ikut bernyanyi dan menghampiri Bokap ke mudian merangkul dari belakang.
MULNI:
Pagi, Kap!
BOKAP:
(Tersenyum)
MULNI:
(COUN’T)
Lho, kok Bokap bau keringat begini!
(melepas rangkulan)
BOKAP:
(mengakak senang)
Tadi Bokap habis semam pagi, terang saja bau. Lagian Bokap belum mandi kok!
MULNI:
Ih….Bokap jorok! Sekarang ngantor gak Kap?
BOKAP:
Gak tau gimana nanti aja lah
MULNI:
Jangan ngomong begitu dong Kap, ingat Bokap itu Anggota Dewan yang dipilih oleh masyarakat, jadi kalau Bokap gak ngantor jadis edikitnya Bokap udah menghianati masyarakat.
BOKAP:
(Terbahak mengakak)
Sok bijak loe Bebek! Bokap juga ngarti kok. Sudah kamu berangkat sana!
MULNI:
Ya sudah, Gue berangkat dulu Kap!
(mencium pipi Bokap)
BOKAP:
Hati-hati! Loe jangan bandel di sekolah
MULNI:
(Beranjak Pergi)
BOKAP:
(COUN’T)
Heh Bebek!
MULNI:
(melirik)
BOKAP:
(COUN’T)
Mau Bokap anterin gak?
MULNI:
Gak ah Kap, mobil Bokap kan fasilitas kantor kalau di pakai untuk kepentingan kelurga ehh……sama saja dengan … lah Bokap ngerti kan?
BOKAP:
(Menggelengkan kepala kesal)
CUT TO:
FADE IN
PEMAIN : RINTANG
Bola lampu di atas langit-langit bersinar redup. Sebuah poster seorang ilmuan beserta sebuah jam yang menunjukan pukul tujuh lebih terpampang di dinding. Pada sebuah meja, berjejer beberapa buku tentang pencarian tatanan hidup, tak jauh dari jajaran buku bertumpuk lembaran kertas HVS kosong. Di atas meja yang sama, mesin tik bergerak dengan lamban mencetak huru-hurup menjadi kalimat sebuah pelajaran fisika, hampir setengah bagian dari kertas. Rintang duduk di kursi sambil menjalankan mesin tik dengan begitu seruis, sejenak terhenti dan seperti membaca kembali kalimat-kalimat yang telah ditulis. Menarik nafas panjang sambil memegang kepala dengan kedua tangan lalu menyandarkan tubuh di kursi. Beberapa saat diam, kemudian meraih salah satu buku dari jejeran serta membuka halaman demi halaman. Dengan sedikit kesal melempar buku itu ke jejeran. Tak lama kemudia mengambil sebuah buku tulis dari laci meja sambil mencari-cari sesuatu akhirnya menemukan sebuah pena dan menulis surat untuk sekolah. Jam dinding menunjukan pukul sembilan kurang mesin tik itu bergerak lagi, cahaya bola lampu yang terletak di sisi meja membiaskan cahaya pada mesin tik yang bergerak.
CUT TO :
TERTINGGAL
Zaman berlari kencang; kuda pacuan
Tubuh membeku bisu: batu nisan pekuburan
Ada usia yang terburu waktu,
Ada nafas tersenggal: mengakhiri hidup
Ada nafas terpenggal: dikutuk peluh
Kelebat senyum angkuh; hinaan pandita
Otak dingin membiru; pemikiran kecoa
Gerak lemah berontak: keledai asmara
Ada suara-suara bisikan setan durjana
Ada suara-suara tersesat di belantara alam raya
Ada rasa marah; bongkahan lahar panas
Ada rasa tak berdaya membalut raga
Zaman semakin berlari kencan;
Kuda liar di pacuan
Tubuh kian membeku bisu;
Batu nisan tua pekuburan
Zaman berlari kencan
Aku tertinggal di kitaran ruang
2004
Umat manusia ada dalam bahaya! Karena komersialisme kapitalis menghantui dunia. Cinta telang kehilangan rasa yang ada kini logitakalistik diskotik. Kaum perempuan dijual atau bahkan menjual rasa demi materi. Kaum laki-laki hanya mementingkan nasfsu birahi. Tak ada lagi cinta sejati yang mengandalkan nurani, indah meski tak bermateri. Tak ada lagi cinta yang sesuai dengan pemikiran filosofis. Saling menghargai dan memiliki sampai mati. Cinta telah di anggap ajang perjudian, permainan sesat mengandalkan logika, kalah dan menang serta untung rugi, sadar dan tak sadar, perempuan seperti dagangan dan laki-laki serperti kaum pembeli. Menggelitik dan susah di nilai salah atau benar. Salah menurut perasaan tetapi benar menurut logika.
Padahal sebenarnya semua berawal dari gelap cinta,rasa, materi,waktu dan jarak sertra ruang, berasal dari gelap dunia yang berubah jadi cahaya cahaya kecil kemudian mengembang seirama waktu ruang dan gerak. Tak bisakah sejenak kita keluar dari materi,merenungi sejenak dunia ini dengan jiwa?
Tak ada lagi kata yang benar-benar setia tak ada lagi saling pengertian atau perhatian, yang ada permainan licik percintaan yang bengal. Karena laki-laki senang dengan gonta-ganti pasangan dan perempuan senang menguji dengan cara memilih-milih laki-laki yang menurutnya mapan.Intensitas poligami semakin kuat mengatasnamakan agama padahal sebenarnya karena laki-laki kelebihan materi dan salah jalan menafsirkan agama.Perempuan mencari-cari serba zat dan materi karena keadaan zaman sementara perasaan hati di sembunyikan di balik kata-kata rayuan gombal yang memabukan kaum lelaki.
Dalam pikiran filosofis saya cinta akhirnya adalah nafsu birahi bagi laki-laki dan nafsu materi bagi kaum perempuan. Dan sebenarnya tak pernah ada cinta sejati yang suci di tengah kemegahan sang zaman.
Lupa akan fitrahnya cinta, lupa akan fitrahnya rasa yang di anugrahkan TUHAN. Cintapun menjadi buram warnanya.
Sebentar lagi dunia akan gelap kembali karena semua ini. Sebentar lagi dunia akan gelap kembali dengan berbagai kebencian. Atom-atom jiwa dan cinta bergolak panas, bercampur dengan elektron-elektron kemarahan.Netron luka proton sakit hati bercampur dan mereaksi menjadi sebuah kumparan . lalu akhirnya cintapun menjadi ledakan besar dan waktupun terhenti, inamika gerak menjadi diam. Jarak ,dimensi dan segala hal hilang menjadi kumparan cahaya kembali. Tapi cahayapun tak kuat menahan kekacauan(chaos), pertentangan berbagai atom-atom,berbagai ruh,berbagai pemikiran di balik logika, sehingga semua tak ada lagi dan akhirnya kembali pada ruang kegelapan abadi.
Dan untuk menyalakan cahaya kita harus mengembalikan fitrahnya cinta pada kebenaran yang absolut yaitu kebenaran ILLAHI.Karena cinta yang benar ada pada buku suci!!!!!!
Selamat Datang Blogdetik.com. Ini merupakan postingan pertama Anda. Silahkan Edit atau hapus postingan ini, dan mulai ngeblog!